Jumat, 04 Maret 2011

Hubungan antara Kebudayaan dan Teknologi Informasi



 Hubungan antara Kebudayaan dan Teknologi Informasi




Inilah Tekhnologi Tinggi Yang Ditemukan Bangsa Romawi
Penemuan penemuan yang dilakukan oeh bangsa romawi kuno memang sungguh mengejutkan. Dengan teknologi yang serba terbatas, mereka mampu membuat alat alat yang sangat luar biasa. Berikut adalah contoh dari penemuan penemuan bangsa romawi kuno

BIDANG MILITER:



FLAMETHROWER

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEitoUsHohvenmwdmoGiopeHg0A0KskNctCE1f5TgtTv7EhMORUaKiP6SO6k2JnpgL7UTi6esSnTIwJEGewkZGY4glGIvlE0N6giAIkKyAj3GVjKxOMsL1BFG9h36_FZp7KLZcXnwjFbQWxA/s400/GreekFire01.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhAtkhix0kF2RFG1FykVEUeazKRR6ptQx-ErU0PSIZdwTO46aPyvOuiuinrXpOr5bjrPgtAiWLWBaqQCvsVTWK0TZjaXEa2g6ShBZ6puW6KmERWwKs_60ngNMT_ptmCoIofmk_SbSf1ei2D/s400/greekfire-madridskylitzes1.jpg
digunakan untuk perang kapal jarak dekat, untuk membakar kapal-kapal musuh.
prinsip kerjanya, minyak yang mudah terbakar dipompa, lalu disulut di tempat keluarnya minyak itu.


CERMIN PEMBAKAR

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEji76qULRfZdkaAfaKmlIr4Fu68zWCtm8tNO7Z1tZ_KW-Cw_wMHRxnP8cP7uyxcEQTstVJoWtlK-avyWiVtvCVgbwjzJcXQbiZ8KrBC5v20aBF5Enf5d27L02Yfie29pObTPzGHb7FBxMeq/s400/archimedes_death_ray.jpg

cermin cekung yang besar memantulkan cahaya matahari ke kapal musuh, lalu kapal musuh pun terbakar (buset dah )




BIDANG MESIN:


PENTASPASTOS
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhCeIJON7bFvj8n7QU5qQnKQ0PgInrkzd3emNgc3KNGQBCKY1M92FH5BL8bbBl__DySzsEp4QAdO7eMirZi6_IoXumq6o9bYmTcukJcvWVOlQ4g1uzOkDnE8SMNJOrGOxHnTPoVCFSRGjOw/s400/Pentaspastos_scheme.svg.jpeg

Fungsinya sama seperti Crane di zaman sekarang. tuas diputar untuk mengangkat katrol yang dikaitkan dengan beban.


GERGAJI TENAGA AIR

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjcvf63eVv0rHc-oRQJo2-IZhYKuSY1v29M4Nux0dl5fWHP_NTrbV9pbf5lqtows6yfRe_GWRwbnYPgKUaK8dR1e1NWpNyXf3NL2sQ4CMWwTU1zIWNq4R2Mn6ktcRoAxwYhxL2WRcm7muyj/s400/800px-R%25C3%25B6mische_S%25C3%25A4gem%25C3%25BChle.svg.jpg
Mirip PLTA, tapi bukan memutar dinamo. mesin ini memutar gir yang disambungkan dengan gergaji.


POMPA AIR

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEini-kx8_CzVEunXRt8z3P9Q2VllZa5lcnSuABUTpcKhNwA79bJcRLP6Bc_SmWp1nreaeIcnhhOXHZEZVoblaFtVi9od1BbweHlwcdK18Fds5cjdzHD_G-WO5BdagzY93ZjYk0MtIKwcUbI/s400/RomanPump.jpg
bila C di angkat/tarik, tekanan di A menjadi berkurang, sehingga katup B terbuka, ruang A pun terisi fluida, bila C di tekan, katup B tertutup, dan katup D terbuka, lalu keluarlah isi dari A


BOR BAWAH TANAH

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjszSGUoQbHvwMkBLYgRSrcDt9Z-MfYO5dm9hfsb7HUrRjHWn-_fE7fHS7r0Yxoph5E13WvAGkmhmLQn5i6vbJQvi7pjKM9hWgDREK2f5ixFQ5z6XJpxKyjyacSl3F0OuA1xtJcig1hZXr-/s400/VitruviusTenBooksMHMorgan1914p295.gif
digunakan untuk mengambil air di bawah tanah. menggunakan prinsip archimedes.


BIDANG OTOMOTIF:



KERETA KUDA TAMASYA, LENGKAP DENGAN SUSPENSI DAN REM



SUSPENSI

Didesain agar nyaman, dan kereta tidak hancur bila melewati gundukan.


REM

KIRI : rem yg mekanismenya mirip dengan kita kalau berhenti pake kaki sewaktu naik sepeda
KANAN : bantalan yang terkait dengan rantai terinjak ban belakang, rantai tertarik, sehingga rantai tersebut menghentikan gardan roda depan berputar.

SUKU CADANG

ternyata kereta romawi udah terbuat dari besi, bukan kayu lagi.


BIDANG METRIKA DAN PENGUKURAN:



ODOMETER/METERAN TAKSI

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhjDspg7wQKuSximJQ0F52Ztb7Ie8krwQNXGtrh6Jq2RI-JJZCAjUn5wtXe7AVLBfc6CfbnCh50hQHt0f2fe8QoVG5g8tvVOb1Q31fEK8pxAH73WVsOwEBQRFMZH15wbyoSZUUBVbL5jOsn/s400/odogear.jpg
dipasang sebagai kereta tambahan. satu putaran gir (a) melambangkan satu mil. satu putaran tersebut membuat satu kelereng (c) keluar. itu berarti 1 kelereng=1 mil. digunakan untuk peperangan. (gile romawi udah ada taksi dari dulu...)

DIOPTRA/THEODOLITE KUNO

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj61IkbcJRIbKGr_kbsWCTtNhJN-NuYtTYj25yt3FmLhxO8_NqI4NrQWZOhCQyzeOMgQdF1SfK8YXbc1gfAOBTOKeKoT7x5cthTDfsHrBvnOOI3Xpf607lH6uJVh7P94o1Nlyq4Dl2lLExp/s400/166682857_590f989baa.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiYLeRBnus9VhpKZhAJhREhpEDTaxfyd0a0WH5aVNJJHThr0OblGkJFGs2uhAVE5hNYuSdiWmqJzlgNm-mSftUYG12u2jhssU4i7CmGxsCmQMX2mmPhXs6jer8AlPxPQdZofFmRdChT67sB/s400/Heronm.jpg
Digunakan untuk mengukur jarak antar titik di bumi.

Example by Heron how to use the Dioptra to construct a tunnel through two opposite points in a mountain. Take a point close to the first entrance B and another point E. Then use the Dioptra to obtain the perpendicular line EF and through a set of other perpendicular segments get line segment KL the point M for which DM is perpendicular to KL, where D is the other opposite entrance point. Using DN and NB estimate the angle alpha necessary to connect points B and D.(gak gw terjemahin biar ga maksa )


KALKULATOR LUAR ANGKASA

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiihc1tUzN_VZK4q0wjrOU_3IHCnbn6aGqz-65odLDRbCL7zUx5RL6_AH8c2aY4teqlSN-NtAT_zJVkiZfnRZ8DbGyWlLrLn99eDqsj8dO3lyoW4dj_KIMdVG_CTrWFb4GY6UdJratI09tQ/s400/672px-nama-machine-danticythere-1-tm.jpg
disebut juga Antikythera. girnya digunakan untuk mengukur posisi matahari, bulan, dan mungkin benda langit lainnya. sampai saat ini para ilmuwan belum bisa menggunakannya.

LAIN-LAIN:

PINTU OTOMATIS

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjH0u9PvhIk4kEjLsn_P_xIM5w2YoosFWZhMgYwkVAJjxJblwuR5qJLaX6b1nFnHuUwSfk1qjdr1iJeSFhCa-qP4Tv-LCpv7s1nulJemTdClRiCq9qoH3zynoSu6bQin56X7yJvv3vlpxs2/s400/heron_ani.gif
bila api altar dinyalakan, tekanan panasnya akan memompa air, menarik beban, lalu memutar engsel pintu. (jaman dulu udah ada mall kali ya)


KOSMETIK

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwA_VBNiOXRFJbgHeVz8bZ2-gPUTJ2bK3U2kzPkn4AUPjrF9-szrzPQ_WRq9VAUwi8v4_6GUzgqOU8FoxcNZItoP6-Ed2AAfNI3-FEH-aF3xn2VZqcJyuujnwqnnVoHxU-jJmvH8314yav/s400/dn3994-1-185-tm.jpg
terbuat dari timah, timbal, batu bara, bahkan arsenik!

BETON

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEggirXSO8noulhnsB384Z2MGz0aT-IO0vfHxyY35-o0yq-WYy7VuHMDR9c62_Bk9cVdXdPmUICJD53pMo9zeST_9n-iGM_XVBF_Kvm8nkr7e-XYWQ0czv9SK1PGuug9V0gBtHSwNazZpozQ/s400/800px-rome-pantheon-interieur1-tm.jpg
foto diatas adalah Pantheon, bangunan Romawi yang diduga bangunan pertama yang seluruhnya terbuat dari beton. bahan dasar beton zaman dahulu sama dengan sekarang. dibutuhkan karena ringan, tahan air, dan kuat.


Sejarah Perkembangan Teknologi Informasi & Komunikasi

Manusia memiliki dua fungsi kedudukan dalam kehidupan ini yaitu sebagai individu dan mahluk sosial. Sebagai mahluk sosial, manusia membutuhkan untuk berkomunikasi diantara sesamanya dan merupakan kebutuhan penting agar dapat melakukan interaksi dengan baik. Atas dasar kebutuhan tersebut, manusia berupaya mencari dan mencipta sistem dan alat untuk saling berinteraksi, mulai dari gambar (bentuk lukisan), isyarat (tangan, asap, dan bunyi), huruf, kata, kalimat, tulisan, surat, sampai dengan telepon dan internet. Perkembangan sistem informasi dalam kehidupan manusia seiring dengan peradaban manusia itu sendiri sampai akhirnya mengenal istilah Teknologi Informasi (IT/Information Technology).
Jika berbicara tentang teknologi, tentunya tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Selamanya, selama peradaban manusia masih ada, teknologi akan terus menjadi hal terpenting dalam kehidupan.
Hal yang saat ini sedang menjadi trend dan ramai diperbincangkan adalah teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang mana merupakan salah satu hal terpenting di abad ini. Tidak dapat dipungkiri kalau TIK tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Mulai dari anak kecil hinga orang tua, pedagang kecil hingga pengusaha besar, baik disadari maupun tidak sudah begitu tergantung pada TIK.
Dilihat dari kacamata sejarah, TIK sesungguhnya sudah mulai dikenal manusia sejak beratus-ratus berabad-abad lalu. Sejak manusia diciptakan di muka bumi ini, manusia sudah mulai mencoba berkomunikasi dimulai dari bentuk gambar yang tak bermakna pada dinding-dinding, prasasti-prasasti, symbol-simbol dan isyarat, sampai informasi yang kemudian dikenal dengan nama internet. Informasi yang dikekola dan disampaikan juga terus dikembangkan, dari informasi yang sederhana seperti sekedar menggambarkan suatu keadaan, sampai pada informasi strategis seperti taktik bertempur. Hal ini merupakan titik awal perkembangan TIK. Manusia yang lebih maju dan modern mampu berkomunikasi secara lisan dan mulai mampu mendokumentasikan informasi dalam bentuk tulisan dan ukiran baik dalam bentuk simbol maupun gambar.
Semakin berkembangnya sumber daya manusia, membuat teknologi informasi dan komunikasi juga semakin berkembang dengan pesat hal ini sesuai dengan pernyataan Everett M Rogers yang kemudian mengklasifikasifikasikan kronologis dari perkembangan teknologi komunikasi melalui 4 era, yakni: era komunikasi tulisan (4000 SM- hingga kini), era komunikasi cetak (1456 – hingga kini), era telekomunikasi (1844 - hingga kini), era komunikasi interaktif (1946 - hingga kini). Namun bila merujuk pada perkembangan teknologi secara keseluruhan maka perkembangan teknologi komunikasi dapat disusun dalam garis besar sejarah perkembangan teknologi komunikasi yang tersusun secara periodik melalui empat tahap, yakni: Jaman pra-sejarah, Jaman transisi, Jaman revolusi industri dan pasca revolusi industri, Jaman modern. Yang di jabarkan dalam keterangan, sbb:

Perkembangan teknologi komunikasi jaman Pra-sejarah

a. Tahap Memori Aiding Stage : ( > 20.000 SM)
Pada tahap ini manusia masih berada dalam tatanan jaman primitif. Mereka masih tinggal di gua-gua dengan mengandalkan hidup sepenuhnya pada alam. Mereka belum mengenal sistem hidup bermasyarakat, belum mengenal cara bertani. Komunikasi diantara mereka sebatas hanya pada anggota kelompok mereka. Jadi boleh dikatakan komunikasi hanya diarahkan pada inter kelompok dan belum antar kelompok. Di dalam oleh komunikasinya mereka hanya sebatas menggunakan alat bantu yang ada pada tubuhnya, yang diwujudkan dalam bentuk bahasa isyarat atau sering juga disebut dengan Body language. Mereka belum mengenal bahasa verbal, apalagi alat bantu lain dalam proses komunikasinya.

b. Tahap Pictorial Era Periode
Pada tahap ini selangkah peradaban dan kebudayaan mereka tambah maju.
Komunikasi tidak saja sebatas anggota dalam kelompoknya, akan tetapi juga telah meluas sampai pada kelompok yang lain. Jadi tidak lagi inter kelompok, tetapi sudah antar kelompok. Walaupun sederhana mereka sudah mengenal sistem hidup bermasyarakat, bercocok tanam dan juga masih berburu binatang. Diperkirakan oleh para ahli, pada tahap ini mereka juga sudah mengenal bahasa verbal atau bahasa ucap (walaupun juga masih serhana). Salah satu kemajuan lainnya yang dicapai peradaban
masyarakat pada masa ini ialah dengan diciptakannya lambang-lambang visual sebagai alat bantu mereka didalam

proses komunikasinya. Alat bantu visual tadi berupa gambar-gambar binatang yang peninggalannya banyak diketemukan di dinding-dinding gua misalnya : gua Lascaux (Dordogne, Perancis), gua Altamira, Arana (Spanyol), gua Addayra (Sissilia, Itali) dan lain sebagainya. Lukisan-lukisan tadi menurut analisa ahli arkeologi berasal dari jaman Palaeolitichum (20.000-10.000 SM).
Adanya lukisan-lukisan tadi maka diperkirakan sejak saat itu manusia telah mulai dapat memformulasikan pesan-pesan dengan menggunakan media bantu simbol Visual dengan kategori yang sederhana. Gambar atau lukisan tadi disebut dengan Pictogram.

c. Tahap Ideographic Stage
Peradaban komunikasi khususnya dan manusia pada umumnya mulai selangkah lagi lebih maju. Pada phase ini manusia didalam sistem kemasyarakatannya mulai teratur, mengenal sistem bangunan, sistem pengairan pertanian dan juga sistem sistem komunikasi yang baik. Kalau pada tahap sebelumnya symbol visual digambarkan dalam bentuk binatang, pada tahap ini mereka telah dapat memformulasikan huruf-huruf sebagai lambang visualnya. Huruf-huruf sebagai lambang komunikasinya disebut dengan Huruf Ideogram, yakni satu bentuk huruf yang didalamnya mencakup pengertian 1 ide atau bisa disebut satu huruf bukan merupakan makna satu bunyi akan tetapi satu pengertian atau konsep. Contoh dari Ideogram ini adalah huruf Hyreogliph hieroglyph1_800.jpg, yakni bentuk huruf dari mesir kuno yang dapat dikuak rahasianya (diterjemahkan / dibaca) oleh Champollion (ahli sejarah Prancis yang dibawa oleh ekspedisi Napoleon 1822). Sedangkan model huruf ideogram yang ada sampai saat ini adalah huruf Cina ). Pelu ditambahkan lagi juga bahwasannya pada tahap ini manusia sudah tinggi peradaban dan kebudayaannya karena disamping hal-hal tersebut diatas manusia juga sudah menggunakan bahasa lisan sebagai alat komunikasi primer secara sempurna.

d. Phonetic Stage
Tahap ini ditandai dengan semakin sempurnanya alat bantu yang dipakai manusia dalam berkomunikasi. Karena pada tahap inilah manusia dapat menyusun abjad huruf seperti apa yang kita kenal saat ini. Abjad yang tersusun secara teratur saat ini berasal dari tulisan yang tidak berabjad secara teratur yang diketemukan Situs dipulau Kreta, pusat kebudayaan Minea kuno. Seorang sarjana archeologi Inggris, Sir Arthur Evons, menemukan peninggalan tulisan berbentuk baris dari tahun 1700-1550 SM. Tulisan tadi dibagi dalam bentuk A dan B. Dari bentuk Alpha dan Betha tadi maka seiring dengan kemajuan peradaban dan kebudayaan manusia muncullah apa yang kita kenal dengan istilah “Alphabet”   alphabet.jpeg. Yakni susunan symbol/tanda yang menggambarkan unsur-unsur suara pribadi seseorang manusia. Penggunaan abjad ini disempurnakan lagi pada masa Yunani mengalami kejayaan. Disamping diketemukan Alphabet, pada tahap ini manusia juga telah menemukan media sebagai cikal bakal media massa dalam proses komunikasi manusia. Media itu adalah bernama Acta Diurna, yang diperkenalkan oleh Yulius Caesar pada 100-44 SM. Acta Diurna adalah berupa papan tempel yang didalamnya ditempelkan informasiinformasi aktual yang perlu diketahui oleh masyarakat. Acta Diurna ditempatkan di Forum Romanum (yakni Alun-alun kota Roma) dengan maksud agar informasi tadi dapat dibaca oleh seluruh penduduk Roma. Media Acta Diurna yang artinya catatan harian ini dianggap sebagai cikal bakal surat kabar modern. Hal ini disebutkan unsur-unsur yang ada pada Acta Diurna ini seperti unsur-unsur yang melekat pada surat kabar modern.

Perkembangan Tek. Kom Masa Transisi (1100 – 1750 )
Masa ini adalah masa antara runtuhnya kekeaisaran Romawi hingga ditemukannya mesin uap tahun 1750 (revolusi industri). Pada masa tersebut Eropa dikuasai bangsa Babar sehingga tidak ada catatan tentang perkembangan teknologi komunikasi. Hanya saja di Cina ditemukan bahwa tahun 1190 telah ditemukan tulisan-tulisan dalam bentuk buku.
Setelah mengalami kemandegan akibat dijajah maka pada abad ke 14 muncul beberapa pabrik kertas di Eropa yang mengacu pada teknologi yang dimiliki bangsa China. Munculnya pabrik kertas muncul pula surat kabar yang ditulis dengan tulisan tangan seperti Strange News di Ingris, Gazetta di Itali, Nova di Perancis. Pada tahun 1440 seorang bangsa Jerman bernama Johannes Gutenberg menemukan mesin cetak yang menjadi tonggak berlakunya komunikasi menggunakan simbol-simbol tercetak. Tahun 1452 Gutenberg telah menggunakan plat metal untuk sistem mesin cetaknya yang terdiri dari 42 baris   calligraphychineseinpoetry.jpg


Perkembangan Tek. Kom masa dan pasca revolusi industri (1750 – 1900 )
Pada masa ini toggak sejarah perkembangan teknologi komunikasi    canvas.png
didahului dengan ditemukannya mesin uap oleh James watt. Pengunaannya pada tahun 1785 dalam industri menimbulkan massifikasi produksi yang memaksa pencarian raw material secara ekspansi ke luar Eropa. Melalui ekspansi ke luar Eropa tersebut menimbulkan kesadaran akan teknologi yang mampu mengatasi jarak ruang dan waktu. Berbagai penemuan di bidang teknologi telah mendorong majunya infomasi dan teknologi. Teknologi yang pertama masa ini adalah dengan ditemukannya Mesin telegraf oleh Morse pada tahun 1832, kemudian setelah James Watt menemukan mesin uap, maka Friedrich Konig (orang Jerman) mengembangkan mesin cetak dengan tenaga. Kemudian berkembanglah cetak-mencetak berbagai berita dan pesan dengan menggunakan mesin ketik. Mesin ketik yang pertama kali dipatenkan adalah rancangan tiga orang Amerika yaitu Christoper L. Sholes, Samuel Soule, dan Carlos Glidden (1868).
Dunia elektronik semakin maju. Hal ini telah membuka babak baru bagi kegiatan komunikasi. Hal ini dimulai tahun 1840 sewaktu F.B. Morse menemukan telegram listrik. Sejak saat ini mulai komunikasi jarak jauh dengan tepat. Tahun 1876 Alexander Graham Bell menemukan telepon. Tahun 1864 Clark Maxwell menemukan toeri bahwa gelombang elektromagnetik dapat merambat dalam ruang hampa. Tahun 1895, Guilerino Marconi menggabungkan pemenuan Maxwell dan hasil percobaan Hertz untuk mengirimkan pesan melalui ruang hampa yang disebut telegram tanpa kabel, yang kemudian dikenal dengan radio. Tahun 1906 bertepatan dengan malam Natal sebagai pengganti pengiriman kode Morse, pemancar radio yang pertama kali dibuat untuk menyiarkan lagu-lagu Natal. Berikutnya gambar bergerak dan teknologi pemancar radio digabung, sehingga tercipta televisi. Vladimir K. Zworykin ahli fisika kelahiran Rusia telah mendemonstrasikan televisi elektronik pertama kali pada tahun 1928. Teknologi informasi komunikasi terus berkembang. Tahun 1960 ketika Echo I, berhasil menerima gelombang radio dari bumi dan memancarkannya kembali ke bumi. Sejak itu mulai diluncurkan satelit ke ruang angkasa. Dengan ini maka komunikasi melalui satelit berkembang di dunia.

Perkembangan teknologi komunikasi jaman modern (1940 – sekarang )
Jaman modern merupakan jaman ketika komunikasi sudah mulai menyatukan manusia di berbagai belahan dunia tanpa terhalangi oleh jarak, ruang dan waktu. Era ini mulai muncul ketika tahun 1942 ditemukan komputer mainframe pertama di Philadelphia Amerika Serikat yang disebut sebagai ENIAC ( electronic numerical integrator and calculator )
Lompatan yang menakjubkan pada jaman ini adalah ditemukannya media yang disebut sebagai “multi media” yaitu perpaduan tiga teknologi utama yaitu telepon, komputer dan televisi atau dalam istilah lain disebut sebagai pertemuan 2 C yaitu computer and communication. Penemuan multi media ini membawa perubahan pada perilaku komunikasi yang dilakukan sehingga komunikan yang tadinya bersifat pasif menjadi bersifat aktif dengan dapat segera memberikan feedback terhadap informasi yang diterimanya tersebut. Munculah kemudian istilah interactive multi media yang menjadikan jaman modern ini sebagai masa komunikasi interaktif. canvas21.png


Teknologi, pengobatan, dan matematika

Teknologi

Dalam bidang tekonologi, pengobatan, dan matematika, Mesir kuno telah mencapai standar yang relatif tinggi dan canggih di masanya. Empirisme tradisional, sebagaimana dibuktikan oleh Papirus Edwin Smith dan Ebers (c. 1600 SM), ditemukan oleh bangsa Mesir. Bangsa Mesir kuno juga diketahui menciptakan alfabet dan sistem desimal mereka sendiri.
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/73/Egyptian_glass_jar.jpg/170px-Egyptian_glass_jar.jpg
Salah satu peninggalan Mesir kuno yang bernilai seni tinggi.

Tembikar glasir bening dan kaca

Bahkan sebelum masa keemasan di bawah kekuasaan Kerajaan Lama, bangsa Mesir kuno telah mampu mengembangkan sebuah material kilap yang dikenal sebagai tembikar glasir bening, yang dianggap sebagai bahan artifisial yang cukup berharga. Tembikar glasir bening adalah keramik yang terbuat dari silika, sedikit kapur dan soda, serta bahan pewarna, biasanya tembaga. Tembikar glasir bening digunakan untuk membuat manik-manik, ubin, arca, dan lainnya. Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk menciptakan tembikar glasir bening, namun yang sering digunakan adalah menaruh bahan baku yang telah diolah menjadi pasta di atas tanah liat, kemudian membakarnya. Dengan teknik yang sama, bangsa Mesir kuno juga dapat memproduksi sebuah pigmen yang dikenal sebagai Egyptian Blue, yang diproduksi dengan menggabungkan silika, tembaga, kapur dan sebuah alkali seperti natron.
Bangsa mesir kuno juga mampu membuat berbagai macam objek dari kaca, namun tidak jelas apakah mereka mengembangkan teknik itu sendiri atau bukan. Tidak diketahui pula apakah mereka membuat bahan dasar kaca sendiri atau mengimpornya, untuk kemudian dilelehkan dan dibentuk, namun mereka dipastikan memiliki kemampuan teknis untuk membuat objek dan menambahkan elemen mikro untuk mengontrol warna dari kaca tersebut. Banyak warna yang dapat mereka ciptakan, termasuk di antaranya kuning, merah, hijau, biru, ungu, putih, dan transparan.

 

 

 

 

 

Pengobatan

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/4/4b/Ancient_Egyptian_medical_instruments.jpg/170px-Ancient_Egyptian_medical_instruments.jpg

Prasasti yang menggambarkan alat-alat pengobatan Mesir kuno.
Permasalahan medis di Mesir kuno kebanyakan berasal dari kondisi lingkungan di sana. Hidup dan bekerja di dekat sungai Nil mengakibatkan mereka terancam penyakit seperti malaria dan parasit schistosomiasis, yang dapat mengakibatkan kerusakan hati dan dan pencernaan. Binatang berbahaya seperti buaya dan kuda nil juga menjadi ancaman. Cidera akibat pekerjaan yang sangat berat, terutama dalam bidang konstruksi dan militer, juga sering terjadi. Kerikil dan pasir di tepung (muncul akibat proses pembuatan tepung yang belum canggih) merusak gigi, sehingga menyebabkan mereka mudah terserang abses.
Hidangan yang dimakan orang kaya di Mesir kuno biasanya mengandung banyak gula, yang mengakibatkan banyaknya penyakit periodontitis. Meskipun di dinding-dinding makam kebanyakan orang kaya digambarkan memiliki tubuh yang kurus, berat badan mumi mereka menunjukkan bahwa mereka hidup secara berlebihan. Harapan hidup orang dewasa berkisar antara 35 tahun untuk laki-laki dan 30 tahun untuk wanita.
Tabib-tabib Mesir Kuno termasyhur dengan kemampuan pengobatan mereka dan beberapa, seperti Imhotep, tetap dikenang meskipun telah lama meninggal. Herodotus mengatakan bahwa terdapat pembagian spesialisasi yang tinggi di antara tabib-tabib Mesir; misalnya beberapa tabib hanya mengobati permasalahan pada kepala atau perut, sementara yang lain hanya mengobati masalah mata atau gigi. Pelatihan untuk tabib terletak di Per Ankh atau institusi "Rumah Kehidupan," yang paling terkenal terletak di Per-Bastet semasa Kerajaan Baru dan di Abydos serta Saïs di Periode Akhir. Sebuah papirus medis menunjukkan bahwa bangsa Mesir memiliki pengetahuan empiris soal anatomi, luka, dan perawatannya.
Luka-luka dirawat dengan cara membungkusnya dengan daging mentah, linen putih, jahitan, jaring, blok, dan kain yang dilumuri madu untuk mencegah infeksi. Mereka juga menggunakan opium untuk mengurangi rasa sakit. Bawang putih maupun merah dikonsumsi secara rutin untuk menjaga kesehatan dan dipercaya dapat mengurangi gejala asma. Ahli bedah mesir mampu menjahit luka, memperbaiki tulang yang patah, dan melakukan amputasi. Mereka juga mengetahui bahwa ada beberapa luka yang sangat serius sehingga yang dapat mereka lakukan hanyalah mebuat pasien merasa nyaman menjelang ajalnya.


Pembuatan kapal

Bangsa Mesir kuno telah tahu bagaimana merakit papan kayu menjadi lambung kapal sejak tahun 3000 SM. Archaeological Institute of America melaporkan[5] bahwa beberapa kapal tertua yang pernah ditemukan berjenis kapal Abydos. Kapal-kapal yang ditemukan di Abydos ini dibuat dari papan kayu yang "dijahit" menggunakan tali pengikat.[147][5] Awalnya kapal-kapal tersebut diperkirakan sebagai milik Firaun Khasekhemwy karena ditemukan dikubur bersama dan berada di dekat kamar mayat Firaun Khasekhemwy[147], namun penelitian menunjukkan bawa kapal-kapal itu lebih tua dari usia sang firaun, sehingga kini diperkirakan sebagai kapal milik firaun yang lebih terdahulu. Menurut profesor David O'Connor dari New York University, kapal-kapal itu kemungkinan merupakan kapal milik Firaun Aha.[147]
Namun meskipun bangsa Mesir Kuno memiliki kemampuan untuk membuat kapal yang sangat besar dan mudah dikendalikan di atas sungai Nil, mereka tidak dikenal sebagai pelaut yang handal.

Matematika

Perhitungan matematika tertua yang ditemukan berasal dari periode Naqada, yang juga menunjukkan bahwa bangsa Mesir ketika itu telah mengembangkan sistem bilangan. Nilai penting matematika bagi seorang intelektual kala itu digambarkan dalam sebuah surat fiksi dari zaman Kerajaan Baru. Pada surat itu, penulisnya mengusulkan untuk mengadakan kompetisi antara dirinya dan ilmuwan lain berkenaan masalah penghitungan sehari-hari seperti penghitungan tanah, tenaga kerja, dan padi. Teks seperti Papirus Matematika Rhind dan Papirus Matematika Moskwa menunjukkan bahwa bangsa Mesir Kuno dapat menghitung empat operasi matematika dasar — penambahan, pengurangan, pengalian, dan pembagian — menggunakan pecahan, menghitung volume kubus dan piramid, serta menghitung luas kotak, segitiga, lingkaran, dan bola. Mereka memahami konsep dasar aljabar dan geometri, serta mampu memecahkan persamaan simultan.
23
dalam
hieroglif
D22
Notasi matematika Mesir Kuno bersifat desimal (berbasis 10) dan didasarkan pada simbol-simbol hieroglif untuk tiap nilai perpangkatan 10 (1, 10, 100, 1000, 10000, 100000, 1000000) sampai dengan sejuta. Tiap-tiap simbol ini dapat ditulis sebanyak apapun sesuai dengan bilangan yang diinginkan; sehingga untuk menuliskan bilangan delapan puluh atau delapan ratus, simbol 10 atau 100 ditulis sebanyak delapan kali. Karena metode perhitungan mereka tidak dapat menghitung pecahan dengan pembilang lebih besar daripada satu, pecahan Mesir Kuno ditulis sebagai jumlah dari beberapa pecahan. Sebagai contohnya, pecahan dua per tiga (2/3) dibagi menjadi jumlah dari 1/3 + 1/15; proses ini dibantu oleh tabel nilai [pecahan] standar. Beberapa pecahan ditulis menggunakan glif khusus; nilai yang setara dengan 2/3 ditunjukkan oleh gambar di samping.
Matematikawan Mesir Kuno telah mengetahui prinsip-prinsip yang mendasari teorema Pythagoras. Mereka juga dapat memperkirakan luas lingkaran dengan mengurangi satu per sembilan diameternya dan memangkatkan hasilnya:
Luas ≈ [(89)D]2 = (25681)r 2 ≈ 3.16r 2,
yang hasilnya mendekati rumus πr 2.[154][155]

Peninggalan

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/05/Egypt.ZahiHawass.01.jpg/220px-Egypt.ZahiHawass.01.jpg
Dr. Zahi Hawass, Sekretaris Jenderal Supreme Council of Antiquities.
Budaya dan monumen Mesir kuno telah menjadi peninggalan sejarah yang abadi. Pemujaan terhadap dewi Isis, sebagai contoh, menjadi populer di masa Kekaisaran Romawi. Orang Romawi juga mengimpor bahan bangunan dari Mesir untuk mendirikan struktur dengan gaya Mesir. Sejarawan seperti Herodotus, Strabo dan Diodorus Siculus mempelajari dan menulis tentang Mesir kuno yang kemudian dipandang sebagai tempat yang penuh misteri. Di Abad Pertengahan dan Renaissance, perkembangan budaya pagan Mesir mulai menurun seiring dengan berkembangnya agama Kristen dan Islam, namun ketertarikan terhadap budaya tersebut masih tersirat dalam karya-karya ilmuwan abad pertengahan, misalnya karya Dhul-Nun al-Misri dan al-Maqrizi.
Pada abad ke-17 dan 18, penjelajah dan turis Eropa membawa banyak barang antik dan menulis tentang kisah perjalanan mereka di Mesir, yang kemudian memancing terjadinya gelombang Egyptomania di Eropa. Ketertarikan tersebut mengakibatkan banyaknya kolektor Eropa yang membeli atau membawa barang-barang antik penting dari Mesir. Meskipun penjajahan kolonial Eropa terhadap mesir mengakibatkan hancurnya benda-benda bersejarah, kehadiran bangsa Eropa juga dampak positif terhadap peninggalan Mesir kuno. Napoleon, misalnya, melakukan pembelajaran pertama mengenai Egiptologi ketika ia membawa 150 ilmuwan dan seniman untuk mempelajari dan mendokumentasi sejarah alam Mesir, yang kemudian dipublikasi dalam Description de l'Ėgypte.[160] Pada abad ke-20, pemerintah Mesir dan arkeolog mulai melakukan pengawasan terhadap kegiatan penggalian di Mesir dengan membentuk Supreme Council of Antiquities.






Daftar pustaka

Sosiawan, Edwi Arief. 2009. Perkembangan teknologi komunikasi. www.edwias.com
Lestari, Puji. 2009. Antropologi 2 : Untuk SMA dan MA Kelas XII. Jakarta: Pusat perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
http://www.2lisan.com/readmore/sejarah+perkembangan+komputer+dan+gambar+penemunya/
http://iradewa.chevonest.com/iptek/
http://gurumuda.com/bse/
http://www.situsdunia.tk/2011/01/inilah-tekhnologi-tinggi-yang-ditemukan.html

Jumat, 25 Februari 2011

BUDAYA DALAM PERSPEKTIF SEJARAH


KEBUDAYAAN BANGSA MESIR KUNO

Mesir Kuno adalah suatu peradaban kuno di bagian timur laut Afrika. Peradaban ini terpusat sepanjang pertengahan hingga hilir Sungai Nil yang mencapai kejayaannya pada sekitar abad ke-2 SM, pada masa yang disebut sebagai periode Kerajaan Baru. Daerahnya mencakup wilayah Delta Nil di utara, hingga Jebel Barkal di Katarak Keempat Nil. Pada beberapa zaman tertentu, peradaban Mesir meluas hingga bagian selatan Levant, Gurun Timur, pesisir pantai Laut Merah, Semenajung Sinai, serta Gurun Barat (terpusat pada beberapa oasis).

Peradaban Mesir Kuno berkembang selama kurang lebih tiga setengah abad. Dimulai dengan unifikasi awal kelompok-kelompok yang ada di Lembah Nil sekitar 3150 SM, peradaban ini secara tradisional dianggap berakhir pada sekitar 31 SM, sewaktu Kekaisaran Romawi awal menaklukkan dan menyerap wilayah Mesir Ptolemi sebagai bagian provinsi Romawi. Walaupun hal ini bukanlah pendudukan asing pertama terhadap Mesir, periode kekuasaan Romawi menimbulkan suatu perubahan politik dan agama secara bertahap di Lembah Nil, yang secara efektif menandai berakhirnya perkembangan peradaban independen Mesir.

Sepanjang Sungai Nil, pada milenium ke-10 SM, kebudayaan mengisar bijirin yang menggunakan jenis mata sabit terawal telah digantikan dengan kebudayaan penduduk pemburu, pengail, dan pengumpul-pemburu yang menggunakan peralatan batu. Bukti turut menunjukkan kehadiran manusia di barat daya Mesir, berhampiran sempadan Sudan, sebelum 8000 SM. Pertukaran cuaca dan/atau terlebih ragut sekitar 8000 SM mula mengeringkan padang ragut di Mesir, yang akhirnya mendorong kepada pembentukan Sahara (2500 SM), dan puak-puak awal dengan sendirinya terdorong untuk berpindah ke sungai Nil di mana mereka memajukan ekonomi pertanian setempat dan masyarakat yang lebih berpusat. Terdapat bukti ternakan dan penanaman bijirin di Timur Sahara pada milenium ke-7 SM. Sehingga 6000 SM penduduk Mesir purba di sudut baratdaya Mesir telah mengembala lembu dan membangun bangunan besar. Mortar dalam pembinaan bangunan telah digunakan menjelang 4000 SM. Tempoh Pradinasti Mesir berterusan sepanjang tempoh masa ini, sebelumnya dipegang oleh berbagai kebudayaan Naqada. pakar bagaimanapun memulakan Predinasti Mesir lebih awal, di Paleolithik Bawah (lihat Pradinasti Mesir).

Pada hakekatnya kebudayaan Mesir berkembang sejak 3000 SM, yang mana sudah kita ketahui berada di Lembah Sungai Nil, yaitu sungai terpanjang di dunia. Salah satu hasil-hasil dari kebudayaan Mesir Kuno yang telah banyak kita ketahui antara lain :

1. Piramida, yaitu bangunan yang terbuat dari batu yang disusun berbentuk kerucut yang berfungsi untuk menyimpan mummi. Mummi adalah mayat raja-raja Mesir Kuno yang diawetkan.
2. Obelisk, adalah tugu-tugu yang menjulang tinggi ke angkasa, sebagi tempat pemujaan.
3. Sphinx, adalah patung hewan-hewan mitologis yang bebadan singa dan bermuka manusia.
4. Hieroglyph, adalah huruf berbentuk gambar yang diukir pada batu. Hieroglyph ini menjadi dasar alphabet yang sekarang kita pakai. Penelitian tentang huruf Hieroglyph pertama kali dilakukan oleh Heredotus abad ke-6 SM, tetapi ia tidak berhasil; mengungkapkan isi tulisan tersebut.
5. Batu Roseta yaitu batu bertulis yang ditemukan di tepi Sungai Roseta. Dalam batu ini terdapat tulisan Hieroglyp dan tulisan Yunani Kuno.

Isi tulisan Hieroglyph baru dapat diketahui setelah ditemukannya Batu Roseta,
Mesir merupakan satu-satunya pusat kebudayaan tertua di benua Afrika yang berasal dari tahun 4000 SM. Hal ini diketahui melalui penemuan sebuah batu tulis di daerah Rosetta oleh pasukan Perancis yang dipimpin oleh Napoleon Bonaparte (1797-1799). Ketika itu pasukan Perancis yang dipimpin oleh Napoleon Bonaparte melancarkan serangan terhadap penduduk daerah Mesir (1797-1798). Batu tulis itu berhasil dibaca oleh seorang Perancis yang bernama Jean Francois Champollion (1800) sehingga sejak tahun itu diadakan penelitian guna mengungakap tabir sejarah Mesir Kuno yang berasal dari tahun 4000 SM. Maka untuk mengungkap isi tulisan Hieroglyph tersebut Napoleon menyuruh sejarawan Perancis yang bernama Champollion (yang mana telah dapat membaca tulisan yang ada pada batu tersebut) untuk meneliti seluruh isi tulisan tersebut sehingga dapat diketahui maksud dari batu tulis tersebut.

Hasil penelitian Champollion selama 20 tahun itu akhirnya dapat mengungkap sejarah Mesir Kuno sehingga menghasilkan perpustakaan Mesir Kuno yang ditulis diatas bahan Papyrus (tumbuhan air yang berada di tepi Sungai Nil).

Bangsa Mesir juga mempunyai seni budaya terhadap hal keagamaan yang mana mereka mempercayai adanya para dewa.Kepercayaan bangsa Mesir Kuno yang taat kepada para dewa sangat ini membantu akan terciptanya seni budaya sebagai ungkapan keagamaannya. Perilaku ini didasari oleh kepercayaan kehidupan setelah kematian. Mereka selalu membawa warisan yang indah dan bernilai tinggi untuk menemani jasadnya. Hal ini mendorong bangsa Mesir selalu berlomba untuk menciptakan seni dan benda seni agar dapat dibawa dalam kematiannya. Peninggalan-peninggalan ini tampak dalam bangunan pyramid. Sejarah Mesir Kuno ini sangat mempengaruhi sejarah budaya pada umumnya, penemuan tulisan hieroglief dan hieratic di dinding makam dan beberapa artefak lain. Dari penemuan ini maka dapat terungkap pula sejarah Mesir Kuno yang belum terungkap. (1991)

Kira-kira 33 abad sebelum masehi terjadi suatu perubahan tradisi yang mana dari mempercayai para dewa menjadi mempercayai matahari sebagai Tuhan.Yang mana saat itu bertachtalah Queen Nefertete di ancient Egypt didampingi Pharao Amenhotep IV alias Amenophis IV alias Achnaton. Nefertete adalah putri seorang penjabat tinggi yang bekerja untuk Farao dalam istana.Achnaton dan Nefertete bertachta dalam dinasti yang ke-18 dari Kerajaan Baru.Achnaton naik tachta pada tahun 1353 SM.Mengapa dia merubah namanya menjadi Achnaton? Karena dia merubah tradisi orang-orang Mesir. Yang mana biasanya mereka menghormati the gods atau para dewa, tetapi Achnaton mengganti hal ini menjadi satu tuhan ialah tuhan matahari Aton. Achnaton nama ini berarti Dia yang seperti Aton,dengan kata lain: Achnaton di-puja bagaikan the god of the sun sendiri.
Pada dasarnya hasil dari kebudayaan Mesir yang sangat indah dan megah yaitu adalah bangunan Piramida yang mana sudah kita ketahui bahwa bangunan ini sudah masuk dalam 7 keajaiban dunia, serta terdapat satu lagi bangunan yang tidak kalah menariknya yaitu bangunan patung Spinx yang bentuk badannya menyerupai singa dengan bentuk wajah mirip manusia.

Sejak dulu kedua bangunan ini dipandang sebagai bangunan yang misterius dan megah oleh orang-orang. Namun, meskipun telah berlalu berapa tahun lamanya, setelah sarjana dan ahli menggunakan sejumlah besar alat peneliti yang akurat dan canggih, masih belum diketahui, siapakah sebenarnya yang telah membuat bangunan raksasa yang tinggi dan megah itu? Dan berasal dari kecerdasan manusia manakah prestasi yang tidak dapat dibayangkan di atas bangunan itu? Serta apa tujuannya membuat bangunan tersebut? Dan pada waktu itu ia memiliki kegunaan yang bagaimana atau apa artinya? Teka-teki yang terus berputar di dalam benak semua orang selama ribuan tahun, dari awal hingga akhir merupakan misteri yang tidak dapat dijelaskan. Meskipun sejarawan mengatakan ia didirikan pada tahun 2000 lebih SM, namun pendapat yang demikian malah tidak bisa menjelaskan kebimbangan yang diinisiasikan oleh sejumlah besar penemuan hasil penelitian.

Bahkan, seorang sarjana John Washeth juga berpendapat: Bahwa Piramida raksasa dan tetangga dekatnya yaitu Sphinx dengan bangunan masa kerajaan ke-4 lainnya sama sekali berbeda, ia dibangun pada masa yang lebih purbakala dibanding masa kerajaan ke-4. Dalam bukunya "Ular Angkasa", John Washeth mengemukakan: perkembangan budaya Mesir mungkin bukan berasal dari daerah aliran sungai Nil, melainkan berasal dari budaya yang lebih awal dan hebat yang lebih kuno ribuan tahun dibanding Mesir kuno, warisan budaya yang diwariskan yang tidak diketahui oleh kita. Ini, selain alasan secara teknologi bangunan yang diuraikan sebelumnya, dan yang ditemukan di atas yaitu patung Sphinx sangat parah dimakan karat juga telah membuktikan hal ini.

Ahli ilmu pasti Swalle Rubich dalam "Ilmu Pengetahuan Kudus" menunjukkan: pada tahun 11.000 SM, Mesir pasti telah mempunyai sebuah budaya yang hebat. Pada saat itu Sphinx telah ada, sebab bagian badan singa bermuka manusia itu, selain kepala, jelas sekali ada bekas erosi. Perkiraannya adalah pada sebuah banjir dahsyat tahun 11.000 SM dan hujan lebat yang silih berganti lalu mengakibatkan bekas erosi.

Perkiraan erosi lainnya pada Sphinx adalah air hujan dan angin. Washeth mengesampingkan dari kemungkinan air hujan, sebab selama 9.000 tahun di masa lalu dataran tinggi Jazirah, air hujan selalu tidak mencukupi, dan harus melacak kembali hingga tahun 10000 SM baru ada cuaca buruk yang demikian. Washeth juga mengesampingkan kemungkinan tererosi oleh angin, karena bangunan batu kapur lainnya pada masa kerajaan ke-4 malah tidak mengalami erosi yang sama. Tulisan berbentuk gajah dan prasasti yang ditinggalkan masa kerajaan kuno tidak ada sepotong batu pun yang mengalami erosi yang parah seperti yang terjadi pada Sphinx.

Profesor Universitas Boston, dan ahli dari segi batuan erosi Robert S. juga setuju dengan pandangan Washeth sekaligus menujukkan: Bahwa erosi yang dialami Sphinx, ada beberapa bagian yang kedalamannya mencapai 2 meter lebih, sehingga berliku-liku jika dipandang dari sudut luar, bagaikan gelombang, jelas sekali merupakan bekas setelah mengalami tiupan dan terpaan angin yang hebat selama ribuan tahun.
Bahkan Washeth dan Robert S. juga menunjukkan: Teknologi bangsa Mesir kuno tidak mungkin dapat mengukir skala yang sedemikian besar di atas sebuah batu raksasa, produk seni yang tekniknya rumit.

Jika diamati secara keseluruhan, kita bisa menyimpulkan secara logis, bahwa pada masa purbakala, di atas tanah Mesir, pernah ada sebuah budaya yang sangat maju, namun karena adanya pergeseran lempengan bumi, daratan batu tenggelam di lautan, dan budaya yang sangat purba pada waktu itu akhirnya disingkirkan, meninggalkan piramida dan Sphinx dengan menggunakan teknologi bangunan yang sempurna.

Demikianlah keterangan mengenai kebudayaan bangsa Mesir Kuno yang begitu sangat memberikan pengaruh perubahan peradaban yang sangat besar terhadap perkembangan dunia ini yang mana dapat saya sampaikan dan semoga rangkuman ini dapat diterima sebagai pemenuhan tugas yang semestinya.


Budaya

1.     Kehidupan sehari-hari

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/1/13/LowClassAncientEgyptianStatuettes.png/220px-LowClassAncientEgyptianStatuettes.png
Patung yang menggambarkan kegiatan masyarakat kecil Mesir Kuno.
Sebagian besar masyarakat Mesir Kuno bekerja sebagai petani. Kediaman mereka terbuat dari tanah liat yang didesain untuk menjaga udara tetap dingin di siang hari. Setiap rumah memiliki dapur dengan atap terbuka. Di dapur itu biasanya terdapat batu giling untuk menggiling tepung dan oven kecil untuk membuat roti. Tembok dicat warna putih dan beberapa juga ditutupi dengan hiasan berupa linen yang diberi warna. Lantai ditutupi dengan tikar buluh dilengkapi dengan furnitur sederhana untuk duduk dan tidur.
 Bangsa Mesir Kuno sangat menghargai penampilan dan kebersihan tubuh. Sebagian besar mandi di Sungai Nil dan menggunakan sabun yang terbuat dari lemak binatang dan kapur. Laki-laki bercukur untuk menjaga kebersihan, menggunakan minyak wangi dan salep untuk mengharumkan dan menyegarkan kulit. Pakaian dibuat dengan linen sederhana yang diberi warna putih, baik wanita maupun pria di kelas yang lebih elit menggunakan wig, perhiasan, dan kosmetik. Anak-anak tidak mengenakan pakaian hingga mereka dianggap dewasa, pada usia sekitar 12 tahun, dan pada usia ini laki-laki disunat dan dicukur. Ibu bertanggung jawab menjaga anaknya, sementara sang ayah bertugas mencari nafkah.
Musik dan tarian menjadi hiburan yang paling populer bagi mereka yang mampu membayar untuk melihatnya. Instrumen yang digunakan antara lain seruling dan harpa, juga instrumen yang mirip terompet juga digunakan. Pada masa Kerajaan Baru, bangsa Mesir memainkan bel, simbal, tamborine, dan drum serta mengimpor kecapi dan lira dari Asia. Mereka juga menggunakan sistrum, instrumen musik yang biasa digunakan dalam upacara keagamaan.
Bangsa Mesir Kuno mengenal berbagai macam hiburan, permainan dan musik, salah satunya adalah Senet, permainan papan yang bidaknya digerakkan dalam urutan acak. Selain itu mereka juga mengenal mehen. Juggling dan permainan menggunakan bola juga sering dimainkan anak-anak, juga permainan gulat sebagaimana digambarkan dalam makam Beni Hasan. Orang-orang kaya di Mesir Kuno juga gemar berburu dan berlayar untuk hiburan.

2.     Masakan

Masakan Mesir cenderung tidak berubah selama berabad-abad; Masakan Mesir modern memiliki banyak persamaan dengan Masakan Mesir Kuno. Makanan sehari-hari biasanya mengandung roti dan bir, dengan lauk berupa sayuran seperti bawang merah dan bawang putih, serta buah-buahan berbentuk biji dan ara. Wine dan daging biasanya hanya disajikan pada perayaan tertentu, kecuali di kalangan orang kaya yang lebih sering menyantapnya. Ikan, daging, dan unggas dapat diasinkan atau dikeringkan, serta direbus atau dibakar.

3.     Arsitektur

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/83/S_F-E-CAMERON_EGYPT_2006_FEB_00289.JPG/220px-S_F-E-CAMERON_EGYPT_2006_FEB_00289.JPG
Kuil Edfu adalah salah satu hasil karya arsitektur bangsa Mesir Kuno.
Karya arsitektur bangsa Mesir Kuno yang paling terkenal antara lain: Piramida Giza dan kuil di Thebes. Proyek pembangunan dikelola dan didanai oleh pemerintah untuk tujuan religius, sebagai bentuk peringatan, maupun untuk menunjukkan kekuasaan firaun. Bangsa Mesir Kuno mampu membangun struktur batu dengan peralatan sederhana namun efektif, dengan tingkat akurasi dan presisi yang tinggi.
Kediaman baik untuk kalangan elit maupun masyarakat biasa dibuat dari bahan yang mudah hancur seperti batu bata dan kayu, karenanya tidak ada satu pun yang terisa saat ini. Kaum tani tinggal di rumah sederhana, di sisi lain, rumah kaum elit memiliki struktur yang rumit. Beberapa istana Kerajaan Baru yang tersisa, seperti yang terletak di Malkata dan Amarna, menunjukkan tembok dan lantai yang dipenuhi hiasan dengan gambar pemandangan yang indah. Struktur penting seperti kuil atau makam dibuat dengan batu agar dapat bertahan lama.
Kuil-kuil tertua yang tersisa, seperti yang terletak di Giza, terdiri dari ruang tunggal tertutup dengan lembaran atap yang didukung oleh pilar. Pada Kerajaan Baru, arsitek menambahkan pilon, halaman terbuka, dan ruangan hypostyle; gaya ini bertahan hingga periode Yunani-Romawi. Arsitektur makam tertua yang berhasil ditemukan adalah mastaba, struktur persegi panjang dengan atap datar yang terbuat dari batu dan bata. Struktur ini biasanya dibangun untuk menutupi ruang bawah tanah untuk menyimpan mayat.

4.     Seni

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/4/46/Nefertiti_30-01-2006.jpg/170px-Nefertiti_30-01-2006.jpg
Patung dada Nefertiti, karya Thutmose, adalah salah satu mahakarya terkenal bangsa Mesir Kuno.
Bangsa Mesir Kuno memproduksi seni untuk berbagai tujuan. Selama 3500 tahun, seniman mengikuti bentuk artistik dan ikonografi yang dikembangkan pada masa Kerajaan Lama. Aliran ini memiliki prinsip-prinsip ketat yang harus diikuti, mengakibatkan bentuk aliran ini tidak mudah berubah dan terpengaruh aliran lain. Standar artistik—garis-garis sederhana, bentuk, dan area warna yang datar dikombinasikan dengan karakteristik figure yang tidak memiliki kedalaman spasial—menciptakan rasa keteraturan dan keseimbangan dalam komposisinya. Perpaduan antara teks dan gambar terjalin dengan indah baik di tembok makam dan kuil, peti mati, maupun patung.
Seniman Mesir Kuno dapat menggunakan batu dan kayu sebagai bahan dasar untuk memahat. Cat didapatkan dari mineral seperti bijih besi (merah dan kuning), bijih perunggu (biru dan hijau), jelaga atau arang (hitam), dan batu kapur (putih). Cat dapat dicampur dengan gum arab sebagai pengikat dan ditekan (press), disimpan untuk kemudian diberi air ketika hendak digunakan. Firaun menggunakan relief untuk mencatat kemenangan di pertempuran, dekrit kerajaan, atau peristiwa religius. Di masa Kerajaan Pertengahan, model kayu atau tanah liat yang menggambarkan kehidupan sehari-hari menjadi populer untuk ditambahkan di makam. Sebagai usaha menduplikasi aktivitas hidup di kehidupan setelah kematian, model ini diberi bentuk buruh, rumah, perahu, bahkan formasi militer.
Meskipun bentuknya hampir homogen, pada waktu tertentu gaya karya seni Mesir Kuno terkadang mengikuti perubahan kultural atau perilaku politik. Setelah invasi Hykos di Periode Pertengahan Kedua, seni dengan gaya Minoa ditemukan di Avaris. Salah satu contoh perubahan gaya akibat adanya perubahan politik yang menonjol adalah bentuk artistik yang dibuat pada masa Amarna: patung-patung disesuaikan dengan gaya pemikiran religius Akhenaten. Gaya ini, yang dikenal sebagai seni Amarna, langsung diganti dan dibuah ke bentuk tradisional setelah kematian Akhenaten.

5.     Agama dan kepercayaan

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/d/d7/BD_Hunefer.jpg/300px-BD_Hunefer.jpg
Buku Kematian adalah panduan perjalanan untuk kehidupan setelah kematian.
Kepercayaan terhadap kekuatan gaib dan adanya kehidupan setelah kematian dipegang secara turun temurun. Kuil-kuil diisi oleh dewa-dewa yang memiliki kekuatan supernatural dan menjadi tempat untuk meminta perlindungan, namun dewa-dewa tidak selalu dilihat sebagai sosok yang baik; orang mesir percaya dewa-dewa perlu diberi sesajen agar tidak mengeluarkan amarah. Struktur ini dapat berubah, tergantung siapa yang berkuasa ketika itu.
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/5/54/Ka_Statue_of_horawibra.jpg/170px-Ka_Statue_of_horawibra.jpg
Patung Ka dipercaya dapat menjadi tempat bersemayam bagi mereka yang telah meninggal.
Dewa-dewa disembah dalam sebuah kuil yang dikelola oleh seorang imam. Di bagian tengah kuil biasanya terdapat patung dewa. Kuil tidak dijadikan tempat beribadah untuk publik, dan hanya pada hari-hari tertentu saja patung di kuil itu dikeluarkan untuk disembah oleh masyarakat. Masyarakat umum beribadah memuja patung pribadi di rumah masing-masing, dilengkapi jimat yang dipercaya mampu melindungi dari marabahaya. Setelah Kerajaan Baru, peran firaun sebagai perantara spiritual mulai berkurang seiring dengan munculnya kebiasaan untuk memuja langsung tuhan, tanpa perantara. Di sisi lain, para imam mengembangkan sistem ramalan (oracle) untuk mengkomunikasikan langsung keinginan dewa kepada masyarakat.
Masyarakat mesir percaya bahwa setiap manusia terdiri dari bagian fisik dan spiritual. Selain badan, manusia juga memiliki šwt (bayangan), ba (kepribadian atau jiwa), ka (nyawa), dan nama. Jantung dipercaya sebagai pusat dari pikiran dan emosi. Setelah kematian, aspek spiritual akan lepas dari tubuh dan dapat bergerak sesuka hati, namun mereka membutuhkan tubuh fisik mereka (atau dapat digantikan dengan patung) sebagai tempat untuk pulang. Tujuan utama mereka yang meninggal adalah menyatukan kembali ka dan ba dan menjadi "arwah yang diberkahi." Untuk mencapai kondisi itu, mereka yang mati akan diadili, jantung akan ditimbang dengan "bulu kejujuran." Jika pahalanya cukup, sang arwah diperbolehkan tetap tinggal di bumi dalam bentuk spiritual.
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/2/2d/Tutmask.jpg/170px-Tutmask.jpg
Makam firaun dipenuhi oleh harta karun dalam jumlah yang sangat besar, salah satunya adalah topeng emas dari mumi Tutankhamun.

6.     Adat pemakaman

Orang Mesir Kuno mempertahankan seperangkat adat pemakaman yang diyakini sebagai kebutuhan untuk menjamin keabadian setelah kematian. Berbagai kegiatan dalam adat ini adalah : proses mengawetkan tubuh melalui mumifikasi, upacara pemakaman, dan penguburan mayat bersama barang-barang yang akan digunakan oleh almarhum di akhirat. Sebelum periode Kerajaan Lama, tubuh mayat dimakamkan di dalam lubang gurun, cara ini secara alami akan mengawetkan tubuh mayat melalui proses pengeringan. Kegersangan dan kondisi gurun telah menjadi keuntungan sepanjang sejarah Mesir Kuno bagi kaum miskin yang tidak mampu mempersiapkan pemakaman sebagaimana halnya orang kaya. Orang kaya mulai menguburkan orang mati di kuburan batu, akibatnya mereka memanfaatkan mumifikasi buatan, yaitu dengan mencabut organ internal, membungkus tubuh menggunakan kain, dan meletakkan mayat ke dalam sarkofagus berupa batu empat persegi panjang atau peti kayu. Pada permulaan dinasti keempat, beberapa bagian tubuh mulai diawetkan secara terpisah dalam toples kanopik.
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/06/Anubis_attending_the_mummy_of_Sennedjem.jpg/220px-Anubis_attending_the_mummy_of_Sennedjem.jpg
Anubis adalah dewa pada zaman mesir kuno yang dikaitkan dengan mumifikasi dan ritual pemakaman. Pada gambar ini ia sedang mendatangi seorang mumi.
Pada periode Kerajaan Baru, orang Mesir Kuno telah menyempurnakan seni mumifikasi. Teknik terbaik pengawetan mumi memakan waktu kurang lebih 70 hari lamanya, selama waktu tersebut secara bertahap dilakukan proses pengeluaran organ internal, pengeluaran otak melalui hidung, dan pengeringan tubuh menggunakan campuran garam yang disebut natron. Selanjutnya tubuh dibungkus menggunakan kain, pada setiap lapisan kain tersebut disisipkan jimat pelindung, mayat kemudian diletakkan pada peti mati yang disebut antropoid. Mumi periode akhir diletakkan pada laci besar cartonnage yang telah dicat. Praktik pengawetan mayat asli mulai menurun sejak zaman Ptolemeus dan Romawi, pada zaman ini masyarakat mesir kuno lebih menitikberatkan pada tampilan luar mumi.
Orang kaya Mesir dikuburkan dengan jumlah barang mewah yang lebih banyak. Tradisi penguburan barang mewah dan barang-barang sebagai bekal almarhum juga berlaku pada semua masyarakat tanpa memandang status sosial. Pada permulaan Kerajaan Baru, buku kematian ikut disertakan di kuburan, bersamaan dengan patung shabti yang dipercaya akan membantu pekerjaan mereka di akhirat. Setelah pemakaman, kerabat yang masih hidup diharapkan untuk sesekali membawa makanan ke makam dan mengucapkan doa atas nama almarhum.








peradaban Romawi Kuno

Sejarah peradaban Romawi Kuno tak bisa dilepaskan dari sejarah peradaban Yunani Kuno, karena bangsa Romawi ini adalah bangsa yang penjajah, dan banyak kebudayaan Yunani Kuno yang diambil dengan proses adaptasi maupun adopsi.

Namun, kita tidak bisa memungkiri bahwa bangsa Romawi adalah bangsa yang besar yang pernah menguasai lebih dari separuh benua Eropa bahkan kekuasaan sampai pada Asia, dan mengalahkan raja-raja di Asia maupun di Afrika.



Peradaban Romawi
Peradaban Romawi tumbuh dan berkembang di sebuah kota yang bernama Roma yang didirikan oleh  orabg yang berkebangsaan Yunani bernama Remus dan Romulus. Kota Roma diperkiran berdiri sejak abad ke-7. Remus dan Romulus adalah dua saudara dari kerajaan Yunani yang melarikan diri dari perang troya.
Romawi biasa dibilang sebagai pusat peradaban dunia, karena dari sinilah ilmu-ilmu praktis bermunculan. Mungkin Yunani adalah pusat para filsuf yang berbicara masalah teori, tetapi bangsa Romawi lebih menerapkan ilmu praktis. Maka dari itu, Romawi terkenal dengan tabiatnya yang suka berperang. Mereka haus kekuasaan dan meluaskan wilayah dengan menjajah wilayah Eropa Barat dan Asia Timur.
Perkembangan peradaban Romawi dilakukan oleh suku Latia. Sebuah suku kebangsaan Eropa yang menempati wilayah yang dinamakan Latium. Latium merupakan sebuah lembah yang subur dan kaya dengan pengunungan yang hijau. Penduduk Latium kemudian menyebut mereka bangsa latin dan mengembangkan tulisan yang disebut huruf latin.
Roma yang didirikan oleh bangsa Yunani tersebut menjadi pusat kebudayaan bangsa Latin. Roma mempunyai letak yang strategis yaitu terletak di lembah sungai Tiber.
Dewa-Dewa Romawi
Bangsa Romawi menganut paham politheisme, sama halnya seperti Yunani. Jenis dewanya pun hampir, sama hanya saja dengan nama yang berbeda. Kuil pemujaannya hampir sama, hanya seni arsitekturnya yang berbeda.
Contoh dari nama dewa-dewa Romawi adalah Jupiter sebagai pemimpin para dewa. Sedangkan di Yunani itu bernama Zeus. Veni dewi kecantikan sedang di Yunani bernama Aprodite, Mars dewa perang, sedangkan di Yunani bernama Ares, Neptunus dewa laut sedang di Yunani bernama Passedon. Dan yang menjadi ciri khas Romawi adalah dewa Apholo, dewa matahari, seorang dewa yang homoseksual.
Oleh karena itu, para prajurit Romawi dididik agar bisa mempunyai orientasi seks pada pria selain pada wanita, sehingga ketika mereka berperang dan jauh dari wanita mereka bisa saling memuaskan sesama prajurit laki-laki.
Kota Roma
Sebelum berdirinya kota Roma, wilayah tersebut merupakan daerah kekuasaan kerajaan Etrustika, yang kemudian pada pada abad ke-5 bangsa Latium memberontak dan berhasil memerdekakan diri. Kemudian, mendirikan sebuah negara berbentuk republik. Maka sejak itu, Romawi adalah sebuah kerajaan yang berbentuk republik dengan pemimin negara bernama konsul.
Kebudayaan Romawi mendapat pengaruh besar dari kebudayaan Etrussia, selain kebudayaan Yunani. Hal berarti bangsa Latium tidak mempunyai kebudayaan sendiri karena mereka adalah bangsa yang meniru kebudayaan bangsa lain, baik dari segi religi maupun seni.
Bangsa Romawi bukanlah bangsa pemikir seperti bangsa Yunani. Mereka memandang kepercayaan bukan untuk berbuat pada kebajikan, tetapi agama dijadikan sebagai alat untuk mengalahkan bangsa lain dan memperluas kekuasaan untuk menjadi bangsa yang sehat dan kaya.
Arsitektur Romawi
Bangsa romawi suka dengan hal-hal megah mewah dan menumental, salah satu peninggalannya yang paling berharga adalah Colosseum, yang sekarang bangunannnya ditiru menjadi stadion sepak bola. Colosseum adalah sebuah arena hiburan para raja untuk melihat pertunjukan gladiator atau ksatria Romawi yang akan beradu ketangkasan bersama hewan liar. 
Peninggalan seni arsitektur peradaban Romawi kuno sangat banyak selain Colosseum yang terkenal di dunia itu, di antaranya, yaitu kuil Jupiter Heliopalitanus di Baalbek, Syiria, Pantheon merupakan kuil untuk memuja dewa Apholo yang kemudian menjadi gereja di Roma.
Mousoleum merupakan bangunan pemakaman para raja romawi yang indah, terletak di Roma. Teater, sebuah panggung pertunjukan yang luas dan indah terletak di Solona, Pompeei dan Asperados.




Sejarah Cina
Sejarah Cina adalah salah satu sejarah kebudayaan tertua di dunia. Dari penemuan arkeologi dan antropologi, daerah Cina telah didiami oleh manusia purba sejak 1,7 juta tahun yang lalu. Peradaban Cina berawal dari berbagai negara kota di sepanjang lembah Sungai Kuning pada zaman Neolitikum. Sejarah tertulis Cina dimulai sejak Dinasti Shang (k. 1750 SM - 1045 SM).[1] Cangkang kura-kura dengan tulisan Cina kuno yang berasal dari Dinasti Shang memiliki penanggalan radiokarbon hingga 1500 SM.[2] Budaya, sastra, dan filsafat Cina berkembang pada zaman Dinasti Zhou (1045 SM hingga 256 SM) yang melanjutkan Dinasti Shang. Dinasti ini merupakan dinasti yang paling lama berkuasa dan pada zaman dinasti inilah tulisan Cina modern mulai berkembang.
Dinasti Zhou terpecah menjadi beberapa negara kota, yang menciptakan Periode Negara Perang. Pada tahun 221 SM, Qin Shi Huang menyatukan berbagai kerajaan ini dan mendirikan kekaisaran pertama Cina. Pergantian dinasti dalam sejarah Cina telah mengembangkan suatu sistem birokrasi yang memungkinkan Kaisar Cina memiliki kendali langsung terhadap wilayah yang luas.
Pandangan konvensional terhadap sejarah Cina adalah bahwa Cina merupakan suatu negara yang mengalami pergantian antara periode persatuan dan perpecahan politis yang kadang-kadang dikuasai oleh orang-orang asing, yang sebagian besar terasimiliasi ke dalam populasi Suku Han. Pengaruh budaya dan politik dari berbagai wilayah di Asia, yang dibawa oleh gelombang imigrasi, ekspansi, dan asimilasi yang bergantian, menyatu untuk membentuk budaya Cina modern.



Refrensi
http://www.anneahira.com/peradaban-romawi-kuno.htm
http://id.shvoong.com/internet-and-technologies/websites/2058000-sejarah-dan-budaya-cina-kuno/